18
Apr
09

SBY bintang iklan Partai Demokrat

banjiraaaHasil sementara Pemilu Legislatif 2009 telah dilansir oleh beberapa lembaga survey dan realcount KPU sendiri. Sebuah hasil yang cukup mengejutkan dimana PD (Partai Demokrat) menyodok di posisi teratas, dimana perolehan suaranya cukup jauh di atas partai-partai yang sudah mapan seperti Golkar dan PDIP. PD menembus 20% lebih sedangkan Golkar dan PDIP berkisar di angka 14%.

Sebuah hasil yang membuat kontroversi bagi banyak orang, bahkan Golkar yang menjadi mitra pemerintah SBY tak kecipratan rejeki, malah menuai ketidakberuntungan. Golkar yang ikut menampilkan keberhasilan pemerintah SBY-JK di setiap kampanyenya ternyata tak juga bisa membuat suaranya lebih baik. Strategi Golkar menempel isu-isu keberhasilan pemerintah malah menuai hasil suara pemilu 2009 yang setara dengan oposisi pemerintah yaitu PDIP. Maka dari itu muncul banyak pertanyaan tentang kemenangan demokrat. Apakah rakyat memang paham betul bahwa keberhasilan pemerintah ini karena Demokrat? Apakah memang benar rakyat paham dengan program-program demokrat 5 tahun ke depan?

Selidik punya selidik, dengan iseng-iseng tanya ke rakyat bawah. Ternyata banyak mereka bilang, “Demokrat ya SBY..” Hampir semua pernyataan mereka tentang PD adalah senada. Ada citra yang identik antara PD dan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Dan, hal ini benar-benar dipahami oleh para petinggi Demokrat nampak diberbagai iklan yang dibuat tak pernah lupa untuk menampilkan sosok SBY. Gambar sang presiden pun dengan mudah ditemukan di baliho-baliho PD diberbagai sudut jalan di seantero Indonesia.

Hemat saya inilah yang membuat kemenangan Demokrat, sosok Sang SBY. Rakyat kebanyakan tak mau pusing-pusing paham program atau sosok caleg legislatif PD, tapi cukup SBY. Bila dilihat dari taktis tentu hal ini sangat menguntungkan, terbukti dari kemenangan Demokrat yang gilang-gemilang di 2009 ini. Tapi untuk jangka panjang PD akan menjadi kartu mati bila tetap menggunakan strategi ketokohan SBY. Tentu di pemilu 2014 SBY sudah tak lagi bisa menjadi calon presiden, walau masih bisa jadi juru kampanye. Lalu, mau sampai kapan PD bisa berdiri tanpa harus dengan SBY?

Posisi partai-partai di Indonesia tak ubahnya menjadi peserta gelaran “idol”. Tak perlu program terlebih ideologi. Hanya perlu menampilkan ketokohan sosok tertentu. Kesadaran politik yang masih rendah ini harus menjadi target edukasi partai politik dan bangsa ini secara umum. Jangan sampai kampanye politik dalam pemilu, sebagai penentu bangsa dalam kurun waktu 5 tahun ke depan, menjadi ajang jualan sabun colek dengan menampilkan bintang iklan sosok tertentu.

About these ads

0 Responses to “SBY bintang iklan Partai Demokrat”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: