Archive for February, 2009

20
Feb
09

Kaum Intelektual dan Perjuangan Rakyat Palestina

free_palestinePada tanggal 9 Februari 2009, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PBHMI), berkunjung ke Kedutaan Besar Palestina. Agenda utamanya adalah menyampaikan amanah berupa bantuan yang terkumpul dari seluruh kader HMI se-Indonesia beserta alumni yang juga ikut berpartisipasi sebagai wujud keprihatinan atas krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina. Kedatangan Ketua Umum PBHMI berserta pengurus ditemui langsung oleh Sang Duta Besar dalam suasana yang penuh rasa persaudaraan.

Mengetahui bahwa tamunya adalah perwakilan aktifis Islam dari seluruh kampus di 186 kota Indonesia, Sang Duta Besar memberikan apresiasi yang besar. Beliau menceritakan bahwa beliau juga dulunya adalah aktifis kampus yang memperjuangkan kebebasan rakyat Palestina, hingga akhirnya beliau memilih menjadi duta besar di negara-negara sahabat Palestina untuk tetap menyuarakan suara rakyat Palestina yang tertindas. Sungguh bersyukur, kami PBHMI mendapat informasi langsung dari Duta Besar mengenai kondisi kekinian di Palestina.

Gerakan pemuda, khususnya mahasiswa sebagai sentral intelektual dari pemuda, adalah gerakan strategis yang sedang digarap oleh pemerintah Palestina. Duta Besar Palestina mengatakan, Negara Israel yang sekarang berdiri, selain karena rekayasa eksternal, awalnya dimotori oleh para intelektual dari Universitas Hebron. Beliau juga menyampaikan apresiasi yang dalam atas semangat umat Islam Indonesia yang ingin berangkat membantu rakyat Palestina angkat senjata melawan agresi Israel ke tanah air rakyat Palestina. Menambahkan hal tersebut, beliau mengatakan bahwa bentrokan fisik bukanlah strategi utama yang dilakukan oleh pemerintah Palestina dalam berjuang. Ada perbedaan bobot antara seseorang yang terdidik dan yang tidak, maka dari itu pendidikan adalah perjuangan strategis pemerintah Palestina melawan penindasan Israel terhadap rakyat dan tanah air Palestina.

Duta besar menjelaskan bahwa Palestina tidak pernah takut kekurangan orang untuk perjuangan, termasuk bentrok fisik, karena penduduk palestina jauh lebih besar dari pada warga negara Israel. Maka dari itu Israel tidak pernah mau menjadi negara bersatu dengan Palestina, jika bersatu dapat dipastikan keturunan Arab-Palestina menang dalam pemilu. Israel hanya mau mengusir keluar seluruh penduduk Palestina dari tanah airnya sehingga Israel bisa menguasai seluruh tanah air Palestina. Serangan-serangan brutal Israel adalah usaha membuat penduduk Palestina merasa tidak nyaman kemudian mereka meninggalkan tanah airnya. Mempertimbangkan hal tersebut maka pemerintah Palestina memberikan fasilitas bagi seluruh penduduk Palestina, termasuk membayar seluruh rekening telepon warganya. Dan, yang paling penting pemerintah Palestina tak melupakan pendidikan warganya.

Mengingat pentingnya kaum intelektual bagi perjuangan, seperti yang diutarakan oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia, maka pemerintah Palestina menggratiskan seluruh proses pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah (12 tahun) bagi seluruh warganya. Pemerintah palestina sadar betul, bahwa perjuangan kebebasan rakyat Palestina adalah perjuangan yang panjang dan perlu diplomasi internasional. Berangkat dari itu sekolah-sekolah di Palestina pada semua tingkatan tersebut memberikan ketrampilan berbahasa Inggris dan Prancis, disamping pendidikan bahasa ibu yang setiap hari digunakan.

Pemerintah Palestina juga memberikan beasiswa bagi siswa-siswanya untuk meneruskan pendidikan tinggi di luar negrinya. Tentu targetnya untuk meningkatkan sumber daya manusia di Palestina, perjuangan yang sesungguhnya ada perjuangan yang dilakukan oleh kaum yang terdidik, itulah yang disampaikan oleh Duta Besar. Meski ada mahasiswa asal Palestina di Indonesia sayangnya Indonesia tidak menjadi rujukan utama untuk belajar bagi calon-calon intelektual Palestina, dikarenakan bahasa Indonesia yang dianggap sulit untuk dipelajari dan setelah selesai pendidikan tak lagi digunakan. Mahasiswa-mahasiswa Palestina lebih banyak belajar di negara-negara yang memakai Bahasa Inggris, Perancis, atau bahasa lain yang banyak menjadi pengantar dalam pergaulan internasional.

Bagi penulis yang juga mengikuti kunjungan ke Kedutaan Besar Palestina di Jalan Diponegoro No. 59, Jakarta Pusat tersebut, melalui dialog dengan Duta Besar penulis menangkap betul rasa tabah yang luar biasa dari warga Palestina dalam perjuangannya yang sangat panjang, juga kagum atas pikiran-pikiran visioner para pemimpin Palestina. Meski hampir setiap hari kekerasan demi kekerasan fisik dan berbagai tekanan mental dari Israel yang diterima oleh penduduk Palestina tidak membuat pemerintah Palestina berpaling pada perjuangan strategis yang bersifat jangka panjang, yaitu kaum muda Palestina yang terdidik. Perjuangan Palestina tidak terlena pada pancingan-pancingan sporadis dari Israel, tetapi perjuangan yang memiliki visi jauh ke depan dengan kaum intelektualnya yang tengah disiapkan.

Bercermin dari visi para pemimpin Palestina, sejauh manakah konsep perjuangan oleh Pemerintah Indonesia dalam mengentaskan Indonesia dari keterbelakangan? Adakah keberpihakan untuk menciptakan kaum intelektual strategis? Tidak perlu dijawab dengan berbagai retorika pemerintah, rakyat Indonesia bisa merasakan sejauh mana komitmen pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa.

02
Feb
09

Bung Karno: Berlayar Di Antara Tiga Gelombang

soekarnoMenurut Bung Karno, Islam, Marxis, dan semangat Nasionalis adalah roh perjuangan yang luar biasa. Bung Karno melihat ketiga hal tersebut ada di Indonesia dan mengkristal menjadi ideologi perjuangan melawan penjajah di mana pun. Maka, Bung Karno sangat menyayangkan perselisihan di antara ketiga golongan tersebut dan menekankan perlunya kerja sama yang erat bagi ketiga golongan tersebut agar cita-cita kemerdekaan dapat diraih. Pada tulisannya yang berjudul Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme, Bung Karno tampak ingin menjadi penengah juga pemersatu diantara ketiga golongan. Dari uraian-uraiannya Bung Karno berusaha menguraikan benang kusut yang ada di antara ketiga –isme dan meyakinkan kepada semua pihak bahwa hanya dengan persatuan ketiga golongan kaum kolonialis-imperialis di Indonesia bisa diusir.

Di berbagai kesempatan orasinya Bung Karno selalu menampilkan dirinya yang nasionalis, sekaligus muslim, dan juga seorang kiri. Ia selalu berusaha mengajak bahwa semua golongan adalah bagian dari Indonesia dan harus bergotong-royong membangun negeri. Bung Karno mengajak semua pihak yang ada di tanah air ini, apapun warnanya, muara perjuangan harus untuk kepentingan seluruh bangsa dan negara Indonesia. Konsep penyatuan Nasionalis, Islamis, dan Marxis adalah sebuah eksperimen yang luar biasa dari Bung Karno untuk Indonesia, tetapi memang itulah yang diinginkan Bung Karno untuk Indonesia. Dalam perjalanannya konsep Nasionalis, Islamisme, dan Marxisme Bung Karno berubah menjadi Nasakom; Nasionalis, Agama, dan Komunis. Bung Karno memperluas konsep Islamisme menjadi Agama, yang harapanya semua agama bisa terwakili dalam konsep persatuannya tersebut. Bung Karno benar-benar berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan ke-Bhineka-an tiga golongan ini menjadi Tunggal Ika, dalam balutan Ibu pertiwi walau sebenarnya Bung Karno sadar benar golongan-golongan ini rentan sekali bertikai karena perbedaan paham yang sangat lebar. Sekali lagi hal ini tampak sejak tulisannya yang berjudul Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme diterbitkan, Bung Karno berkata, ”Bukannya kita mengharap yang nasionalis itu supaya berubah paham menjadi Islamis atau Marxis, bukannya maksud kita menyuruh Marxis dan Islamis berbalik menjadi Nasionalis, akan tetapi impian kita ialah kerukunan, persatuan antara tiga golongan tersebut.”

Selengkapnya bisa dilihat di file pdf berikut ini..

makalah-bung-karno

01
Feb
09

Usaha Rakyat Penopang Ekonomi Bangsa

Pasar TerapungGonjang ganjing ekonomi dunia membuat berbagai sektor ekonomi mengalami gangguan, bahkan harus ‘shutdown’ karena tak mampu lagi menghadapi kondisi ekonomi global yang tak menguntungkan. Tetapi dibalik semua itu ada sektor usaha yang masih aja bergeliat seperti tak kenal krisis global yang episentrum-nya di negara adidaya, Amerika Serikat. Paper dalam format pdf di bawah ini hanyalah sebagian pikiran saya mengenai pentingnya apresiasi segenap anak bangsa terhadap usaha rakyat (UMKM).

Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di file pdf di bawah ini…

Usaha Rakyat Penopang Ekonomi Bangsa