23
Feb
10

Indahnya Ternate-Tidore

Sebuah hal yang sangat menyenangkan ketika saya menerima undangan untuk mengisi pelatihan organisasi tercinta di Tidore. Sekitar setahun yang lalu saya mengikuti pelatihan di Ternate dan hanya bisa memandang Pulau Tidore yang persis berada di seberang dari balkon hotel di Ternate, tetapi kali ini saya benar-benar punya kesempatan untuk ke Tidore. Setelah bersiap seperlunya saya berangkat ke bandara Sukarno-Hatta menjelang tengah malam karena memang pesawat terbang menuju Ternate yang langsung hanya terbang sekali sehari berangkat sekitar pukul 1 dini hari dan pesawat akan tiba pukul 6.30 WIT. Kantuk yang tertahankan membuat saya tertidur begitu duduk di dalam kabin pesawat, nomor kursi dekat jendela membuat acara tidur saya semakin lancar saja, belum pesawat take-off pun saya sudah tertidur pulas. Sempat terbangun dan saya lihat makan malam untuk saya sudah ada di meja lipat saya, makan sebentar kemudian tertidur lagi. Tak lama rasanya saya tidur tiba-tiba dari pengeras suara terdengar pengumuman oleh pramugari bahwa pesawat akan segera tiba di Ternate. Kesalnya, perasaan tidur saya baru sebentar karena memang saya pada kondisi sangat lelah setelah seharian berjibaku dengan penatnya pekerjaan di Ibu Kota.
Tak lama kemudian pesawat terbang merendah, birunya lautan maluku semakin nampak, akhirnya mendarat juga pesawat di Bandara Babullah Ternate, masih dengan rasa yang berat saya bangun meninggalkan kursi untuk mencapai pintu pesawat. Dengan langkah gontai saya turuni tangga pesawat sambil sesekali menatap kiri dan kanan.

Oh God..how beautiful!!! Betapa indahnya pemandangan pagi itu! Bandara Babullah berada tepat di pesisir Pulau Ternate, jadi dari bandara kita bisa liat indahnya perairan laut maluku yang biru, nampak jernih, dengan latar pulau-pulau berbaris, ditambah dengan cerahnya langit di pagi itu, sejuk udara terasa sangat berbeda dengan di Jakarta. Sambil menuruni anak tangga pesawat agak lama saya memandang ke arah laut lepas, indahnya.. Benar-benar seperti sebuah lukisan, tak ingin mata ini berkedip memandangnya.

Setelah habis saya turuni anak tangga pesawat saya jalan menjauh dari pesawat dan menatap ke arah terminal bandara. Ups..lagi-lagi saya terkesima! Ternyata latar belakang dari terminal bandara adalah sebuah gunung yang sangat indah, tinggi menjulang dengan puncak yang tertutup kabut cukup tebal pagi itu. Terus saya berjalan ke arah terminal bandara sambil terus memandangi gunung terseut, langit yang membiru pagi itu menambah indahnya Gunung Gamalama tersebut.

Bosan rasanya menunggu jemputan di dalam bandara, saya memilih keluar terminal. Persis ketika saya keluar pintu bandara nampak Gunung Gamalama tersebut, kabutnya semakin menipis, puncaknya semakin kelihatan. Jemputan tak kunjung tiba, sambil menikmati ramainya bandara kecil pagi itu saya masih melirik-lirik pemandangan utama, Gunung Gamalama. Sekarang kabutnya semakin tipis dan turun, sehingga puncaknya semakin nampak. Gunung Gamalama nampak seperti sedang bermahkotakan awan, pemandangan yang sangat indah dan membuat saya terpana. Sambil malu-malu takut ketahuan orang-orang di sekitar saya tetap memandangi gunung bermahkota tersebut.
Tak lama setelah itu teman yang menjemput datang…

-to be continued, perjalanan ke tidore-


1 Response to “Indahnya Ternate-Tidore”


  1. March 5, 2010 at 11:43 am

    bang Oka! udh lama ta jumpo. Gmna kbrnya?
    btw. blognya bagus.
    diskripsinya padat, awak seperti berada di ternate – tidore. mantaff….
    okey….lanjukan..yakin usaha sampai.😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: