Archive for March, 2010

30
Mar
10

reuse, reduce, recycle

Demi menjaga keseimbangannya di dunia ini ada yang disebut dengan daur, sebuah proses yang berlanjut membuat diagram yang mengalir. Airpun mengangalami proses daur, makanan juga mengalami proses daur atau dikenal dengan rantai makanan, daur oksigen, dan begitu pula materi yang lain. Sehingga ada sebuah keseimbangan dalam hidup.
Maka dari itu tidak ada yang namanya sampah, residu, atau yang semacamnya. Bila ada tentu akan menjadi masalah, karena jika ada sampah berarti ada yang dibuang, jika ada residu berarti ada sisa, dan ini pasti akan menganggu keseimbangan sedikit atau banyak. Cara pandang “nyampah” atau membuat sampah pada segala sisi dan bentuknya harus dihilangkan karena jika ada yang terbuang tidak ikut dalam daur maka ia akan menumpuk dan bila tumpukannya makin banyak akan semakin membuat masalah.
Jika memang ada sesuatu yang susah untuk ikut dalam proses daur maka reuse, jika ada sesuatu yang membutuhkan waktu daur lama karena sifatnya maka harus reduce, bila memang sudah tak terpakai dan mudah untuk dirubah menjadi yang lain maka recycle.
Semoga bumi, dunia, bersama kehidupannya semakin lestari dan indah. Amiinn…

Advertisements
30
Mar
10

Hari gini?? Free style ajah!!!

Karena hari ini di kantor lagi sepi dan nggak ada bos, akhirnya kita buka-buka youtube dan nonton “kambing jantan” (lagi-lagi saia ketinggalan soal perfilman. hehe..). Bersama dengan dua orang teman lagi akhirnya kami bertiga ngumpul di depan komputer. Dari awal sampai habis tu film kita ngakak-ngakak habis, paling ya ada sedikit melow di tengah-tengah. Tapi secara umum ngakak habis, dan mang menarik banget tu film..

Film yang diangkat dari sebuah blog punya seorang cowo yang namanya Dika, bukan blog yang serius tapi justru blog yang isinya keseharian aja, dan ditulis ringan dan diambil sisi-sisi konyol khas anak muda. Yang menarik lagi blog itu menarik banyak orang, dibuat buku, juga film yang akhirnya bisa menghasilkan banyak duit. Kalo kata orang jawa, “uenak’ee…” 😀

Begitu banyak orang yang bisa mendapatkan sampingan bahkan pemasukan utama dari hal-hal yang jauh dari kehidupan formal, seperti: pendidikan tinggi, jabatan bagus dengan gaji rutin plus tunjangan banyak dan fasilitas berlimpah, juga kedudukan sosial yang terpandang. So, if you do not have it all, don’t ever think you’re not lucky guys.

Liat sekeliling kita, eksplore apa yang kita bisa dan kita minati, dan coba seriusi itu. Liat sekeliling tentunya berkaitan dengan input apa yang bisa kita dapat dan bila nanti kita sudah melakukan sesuatu kita bisa memprediksikan bagaimana penerimaan mereka sehingga apa yang kita buat bisa dinilai berharga. Mengapa perlu eksplore apa yang diri kita bisa dan minat karena nggak akan jadi apa-apa kalau kita mengerjakan sesuatu yang kita nggak minat, soal kemampuan sih bisa di-upgrade tetapi kemampuan dasar harus tetap ada sebagai modal awal.

Inget, do not ever think we’re not lucky. Kerjakan apa pun yang bisa membantu orang lain, meski sekedar membuat orang lain tersenyum. Walau hari ini belum ada rejeki karena hal yang kita kerjakan itu tetapi paling tidak kita telah berbuat sesuatu bagi orang lain. Jangan pernah menyesal berbuat dan bekerja baik, dan jangan pernah terkekang oleh hal-hal yang dianggap formal dan baku. Free style aja Bung!! 🙂

30
Mar
10

Avatar, The Power of Fantasy

Akhirnya kemarin saya nonton film Avatar (ketinggalan banget yah. hehe..). Konon film yang menghabiskan hingga 300 juta US dolar itu termasuk film termahal yang pernah dibuat. Salah satu alasan saya malas nonton film ini karena saya memang tidak terlalu suka film yang terlalu mengada-ada, tokohnya aneh, bentuknya juga ga jelas, cara bicaranya juga pakai bahasa yang antah berantah. Tetapi berita yang luar biasa soal film Avatar ini membuat saya berpikir ulang untuk nonton film Avatar ini, walaupun akhirnya cuma lewat keping cakramnya.

Dan, setelah saya tonton film tersebut hanya satu kata “hebat”. Ya memang, semua faktor yang saya kategorikan sebagai film yang malas saya tonton ada semua; tokoh aneh, bentuk ga jelas, dan bicara dengan bahasa antah berantah. Tapi, tetap saya acungi jempol untuk film tersebut. Luar biasa.

Kesimpulan saya adalah “the power of fantasy”. Fantasi si pembuat film, James Cameron, saya pikir luar biasa. Sehingga menghasilkan sebuah setting film animasi yang murni fiksi tetapi dengan pendekatan sains, sangat menarik. Selain jalan ceritanya yang memiliki pesan dalam, juga penggambarannya membuat saya pribadi yang menonton jadi semakin rindu alam yang hijau alami. Yang menarik adalah penggambaran hubungan emosi antara dua makhluk dengan koneksi kabel, seperti pada adegan hubungan emosional antara tokoh utama dengan dua hewan tunggangannya, juga dengan “pohon jiwa”. Belum lagi pemandangannya yang aneh tetapi tetap menarik seperti daratan hijau yang melayang-layang di udara lengkap dengan air terjunnya yang benar-benar terjun bebas di udara.
Sekali lagi saya acungi jempol untuk film ini. Benar-benar film fantasi yang luar biasa. Avatar melengkapi film-film fantasi hollywood yang hebat-hebat seperti, Harry Potter, 2012, Lord of The Ring, Star Trek, dan lainnya. Saya jadi terpikir, kapan anak-anak Indonesia bisa membuat film yang dasyat seperti itu. Seberapa kuat fantasi anak-anak Indonesia sehingga bisa diakui oleh khalayak dunia?

Mungkin pesan saya di akhir posting-an ini: “Biarkan anak-anak Indonesia berfantasi sehingga mereka bisa ikut mewarnai dunia.” 😀

Selamat berfantasi buat semua!!




Follow Me on Twitter

March 2010
M T W T F S S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Blog Stats

  • 31,096 hits

Top Clicks

  • None

My Pic

let’s talk! :)