24
May
11

Meet the business leader, Armand Hartono

Seperti biasanya, senin malam, jadwalnya kuliah “Business Leader” di School of business, Universitas Paramadina. Kuliah yang menghadirkan para pimpinan bisnis yang ada di Jakarta untuk memberikan pengalamannya dalam memimpin perusahaan mereka. Malam itu (21/3) saya datang terlambat sekitar 5 menit. Begitu masuk dan ambil tempat duduk saya amati si “business leader” yang ada di depan. Penampilannya sederhana, pakai kemeja batik yang menurut saya agak kebesaran, celana hitam, dan yang lain tidak ada yang eye catching. Saya langsung berpikir, jangan-jangan ‘si bos’ ga datang dan diganti manager-nya. “Ya sudahlah…”, kataku dalam hati sambil menyimak apa yang disampaikannya.

Slide pertama terus dia pasang di depan tanpa berubah, dan si Bapak ini terus bercerita. Karena telat, saya tidak tahu siapa Bapak ini. Tapi dia menceritakan sejarah Bank Central Asia atau yang dikenal luas dengan BCA dengan sangat lengkap dan detail. Dari awalnya Om Liem (kalau saya tidak salah dengar) yang menjadi ‘rentenir’ (istilah yang dia ucapkan sendiri sambil bergurau), sampai akhirnya membuka dalam bentuk bank yang utamanya melayani pedagang-pedagang kain di Semarang. Dia terus menceritakan awalnya cabang-cabang ini beroperasi, pembukuan manual, dengan ukuran buku yang sangat besar. Semakin berkembang cabang-cabang BCA, buku besar yang harus digunakan semakin banyak, karena hanya boleh 1 buku yang mencatat transaksi antar 2 cabang.

Sambil terus bercerita saya semakin penasaran dengan orang yang berbicara di depan saya, slide pertama yang dia pasanga masih saja tidak diubah. Saya intip-intip di nama yang tercantum di situ, Armand W. Hartono. Saya tetap saja “ga ngeh”, siapa orang ini. Tapi dari pembicaraanya saya menyimpulkan bahwa orang ini bukan orang sembarangan. Berbicaranya ringan, namun dari apa yang ia sampaikan dia sangat memahami kondisi bank-nya – dari sejarah hingga berbagai inovasinya – perbankan nasional dan global, dan sesekali menceritakan ‘ndeso’-nya sebagai orang Semarang, kebetulan saya juga orang Semarang dan juga ‘ndeso’. Hehehe…

Banyak data menarik yang ditampilkan oleh Pak Armand, seperti perilaku konsumen perbankan sampai karakteristik perilaku masyarakat negara ber-GDP di bawah US$ 8000, utamanya Indonesia. Banyak juga cerita-cerita menarik yang diungkap sepanjang usaha BCA mengembangkan layanan bagi konsumennya. BCA fokus ke pelayanan konsumen, jadi banyak kisah dalam pengembangan produk-produk baru. Yang saya ingat, bagaimana susahnya BCA merintis ATM setoran tunai, terkait dengan karakteristik uang di Indonesia yang sangat berbeda dengan uang di negara-negara maju.

Begitu mempresentasikan grafik-grafik, Pak Armand cerita mengenaik ‘gaya grafitasi’. “Semua itu pasti ada turunnya, semua yang ada di dunia pasti kena hukum grafitasi..”, katanya. Menyambung kalimat sebelumnya, “Makanya hidup itu biasa aja, jangan berlebihan..”. Pernyataan tersebut sangat sesuai dengan penampilan dia yang memang sangat sederhana untuk level Direktur sebuah bank swasta nasional terbesar di Indonesia, BCA.


3 Responses to “Meet the business leader, Armand Hartono”


  1. 1 philipayus
    May 31, 2011 at 10:07 am

    wah, mantap, orang-orang “besar” biasanya malah tampak sederhana, nyaris tak terlihat🙂

    • 2 travianwarlord
      February 3, 2013 at 6:04 pm

      enggak nyangka khan? Kalo beliau tuch, putra mahkota orang terkaya di Indonesia, Budi Hartono, Owner PT.Djarum, sekaligus pemegang saham terbesar PT.BCA, Tbk

  2. 3 Srikandi Wahyuni
    April 3, 2012 at 4:31 am

    Armand Hartono itu ahli waris Hartono bersaudara, anak bungsu Budi Hartono, pemilik Grup Djarum yang juga pemilik BCA, keluarga TERKAYA se-Indonesia versi Forbes. Dia diserahkan memegang BCA, putra mahkota, begitulah. Emang keluarga ini humble, bukan tukang pesta, makanya gak pernah nongol di majalah-majalah sosialita. Setahuku salah seorang anak Hartono, ketika kuliah di AS, disuruh naik bis! Sementara anak Aburizal Bakrie naik Ferrari….he-he-he…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: