02
Mar
15

Ketika Pekarangan Rumah Di Atur Orang Lain

Belum genap 2 bulan saya menempati rumah tinggal baru, lebih tepatnya rumah susun. Ya, rusun ini sisa-sisa program 1000 tower yang pernah dicanangkan pemerintah hampir 1 dekade lalu. Kelasnya sama dengann Kalibata City, Gading Nias, Green Pramuka, dan sebagainya yang katanya untuk menarik kelas menengah untuk tinggal di tengah kota. Nama rusunami saya Pancoran Riverside, sesuai namanya memang di samping sungai. Seandainya di Eropa sungguh nikmat tapi ini di Jakarta. Sungai ciliwung nan coklat warnanya. Hehe…

Yang menarik, di seminggu pertama menjelang bulan Februari ada pengumuman tarif parkir. Diumumkan, tarif langganan per bulan, Sepeda Motor 100 ribu, Mobil 250 ribu, dan dikenalan biaya per kartu 50 ribu. Wakss… Apa-apaan ini tarif, menggila. Untungnya ada grup FB penghuni yang saya sudah join sebelumnya, pandangan saya sama dengan penghuni yang lain. KEMAHALAN.

Tepat pada hari minggu di awal Februari penghuni demo, pekerjaan saya di jaman mahasiswa. Wkwkwkwk…. Tak ku sangka dan tak ku kira bakal saya lakukan lagi di RUMAH sendiri. Ternyata selisih sehari sebelumnya, di Kalibata City dan Green Pramuka juga demo soal IPL (iuran pemeliharaan lingkungan). Wah, BM alias pengelola gedung terindikasi dari grup yang sama pula. Owh…memang kacau ini perusahaan BM. Namanya tidak usah saya publish di sini, entar saya kena UU ITE lagi. Tapi emang ——tiitttt—— ——&%^$%^&^#@—— *misuh-misuh*

Biaya IPL yang didemo di Kalibata City itu adanya kenaikan dari 7000/m2 ke harga 9000/m2 (kalau ga salah baca koran). Sedangkan di apartemen saya sudah 13500/m2 + sinking fund 1000/m2 yang harus dibayar di awal selama total 1 tahun, iming2nya diskon 2000 perak utk pembayaran di awal ini saat serah terima. Karena saya ga update soal ginian dan juga karena sertim yang sudah molor 2 tahun lebih tentu kami bayar aja, total 4,3 jutaan saya bayar di awal.

Dengan biaya IPL yang sudah sedemikian tinggi, dibanding dengan rusunami lainnya pihak BM (pengelola) masih saja mengenakan tarif parkir yang di atas rata-rata juga. Menurut saya ini perusahaan BM emang mata duitan banget. Dan, setelah saya pantau di tempat lain ini preseden yang sama, wabil khusus yang ditangani perusahaan BM ini. Parahnya lagi soal parkir yang muahal ini ada pasal yang tertulis di perjanjian pembayaran, “TIDAK ADA JAMINAN MENDAPAT PARKIR” dan “TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS KERUSAKAN DAN KEHILANGAN”. Bangke!

Belum lagi soal listrik sama air, entah berapa lagi ini. Saya dengar dari penghuni yang sudah duluan tinggal di tower 1 tarif listrik dan air sangat mahal di Pancoran Riverside. Tarif listriknya bisnis, padahal jelas-jelas ini rusunami. Banyak keanehan yang terjadi ternyata di bawah kendali BM yang kerja ga bener, adanya minta duit melulu. Tunggu laporan saya selanjutnya….


0 Responses to “Ketika Pekarangan Rumah Di Atur Orang Lain”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: