Sambungan dari cerita sebelumnya kisah Jakarta-Ternate. Setelah menanggapi berbagai tanggapan dan permintaan untuk diteruskan, maka dengan ini saya putuskan ceritanya diteruskan!😀

Sebelumnya saya ucapka terimakasih buat yang nyemangatin untuk nulis lagi (nyemangatin=nagih cerita selanjutnya. hehe).

***

Setelah dijemput oleh teman yang memang pengurus HMI Cabang di Tidore, jadi begitu masuk mobil saya tenang aja. Saking tenangnya sampai tidur, habis cape’ banget sih. Hehe… Setelah nggak lama, mobil mengarah ke pelabuhan. Yup, karena kita memang mau nyebrang ke Pulau Tidore. Turun dari mobil cerahnya matahari langsung terasa, yah maklum karena di kepulauan. Tapi tetep aja udaranya segar, beda sama udara Jakarta. 😀

Hari semakin siang dan tentu saja ini perut terasa keroncongan. Kami pun menuju sebuah warung makan di area pelabuhan. Menu yang tersedia macam-macam, tapi kami semua pilih ikan. Namanya juga di kepulauan, masa mau cari tempe?? Hehe… Awal lihat ikannya sempet agak ragu, masih agak merah gitu. Soalnya kalau di warung Jakarta itu alamat ikan kurang mateng, amis, dan lain-lain. Dan ternyata saudara-saudara, perkiraan saya salah besar! Ikannya enak dan nggak amis. Mungkin karena memang ikan segar yah? Nyam….enak banget, kami makan pakai semacam acar yang pedes gitu. Mmmm…..maknyuuss!!😀

***

Habis makan kita menuju pelabuhan kecil, suasana cukup ramai siang itu. Sangat menarik, saya suka suasananya. Sangat sederhana, pelabuhan itu dipenuhi kapal-kapal kayu, yang paling besar saya lihat juga terbuat dari kayu. Kapal yang besar itu untuk menyebrang ke Pulau Halmahera dan Ambon, keterangan dari seorang teman. Di dermaga kecil yang juga terbuat dari kayu itu pun banyak ibu-ibu yang menggelar dagangannya. Ada yang jual minum-minuman dalam kemasan, makanan kecil, juga berbagai buah-buahan. Yang sayang inget di situ, manggis sama duku. Maklum cuma ngelihat aja, nggak ada budget. Hehe…

Saya jalan, menghabiskan dermaga. Mendekat ke laut yang biru. Wow…!! Laut yang dalamnya sekitar 3-4 meter itu kelihatannya dasarnya! Huuu….rasanya pengen loncat, berenang, nyelam sampai ke dasar. Coba kalau nggak ada orang di situ saya langsung loncat deh. Hehe… Suka deh liatnya dan begitu berat menahan perasaan ingin loncat ke laut😀

Saya masih diam aja, lihat laut, lihat Pulau Tidore yang ada di seberang, juga lihat jajaran pulau-pulau dengan latar langit yang membiru. Persis seperti lukisan deh! “Indahnya…”, saya bergumam dalam hati, sambil tetap menyapu pandanganga ke sekitar. Tapi saya masih belum tahu, di pelabuhan ini nunggu kapal apa. Habis teman-teman itu kalau ditanya cuma jawab, “Kita naik speed..” Dalam hati saya, “Naik speed?? Apa itu?”. Tapi ya sudahlah… Saya tetap lihat-lihat ke kiri dan ke kanan, persis kaya lagu Naik-naik ke Puncak Gunung. Hehe.. “Kiri-kanan ku lihat  saja banyak pulau berderet..”

Setelah sekian lama, saya dipanggil sama teman, dia bilang, “Ayo cepat kita naik..”. “Naik apa?”, tanyaku dalam hati. Oops..ternyata naik speed boad, yang kecil. Buat naiknya aja harus loncat ke bawah karena speed boat-nya  memang begitu kecil. Agak deg-degan juga, naik speed boat kecil, muatan penuh sekitar 10-12 penumpang, masuknya dari sisi belakang, dengan sisi bangku yang berhadap-hadapan, lalu ada jendela-jendela geser kecil di sisi kiri kanan boat, yang berarti ada di belakang penumpang ketika duduk. Begitu masuk boat, goyangan ombak mulai terasa. Dalam hati saya bergumam, “Wow..adventure!” Haha… Akan sangat senang kalau saya nggak perlu duduk di dalam boat, saya lebih suka duduk di luar, di atap, biar bisa terasa angin laut. Tapi kondisi tas penuh dan lelah membuat saya mengurungkan niat itu, hanya ambil duduk di dekat jendela kecil yang menurut saya tetap saja terlalu kecil untuk merasakan segarnya angil laut. Tapi tak apalah…

Kapal kami mulai bergerak, berlahan menjauhi dermaga, juru mudi berkali-kali berupaya menghidupkan mesin, nampaknya kesusahan, tapi akhirnya hidup juga. Saya perhatikan sekilas kapal kami menggunakan dua mesin yang dipasang pararel di belakang. Yap, mesing telah hidup. Bruummm…….. suaranya cukup kencang dan sesaat itu pula kapal kami melaju meninggalkan buih putih di lautan. Benar-benar serasa seperti di “dufan”, ombak yang besar di tengah laut membuat kapal kami sesekali terbang untuk kemudian jatuh lagi ke air, begitu seterusnya, cukup membuat kami penumpang di dalamnya terkocok-kocok.

Suasana ‘shaking dance’ itu agak terobati dengan duku. Seorang penumpang sempat membeli duku di dermaga tadi rupanya. Baiknya si Bapak itu, kami semua yang di kapal, sekitar 8 orang, ditawari duku. Yup, kita makan duku sambil ‘shaking dance on the sea’! Hahaha….😀

Lagi enak-enaknya makan duku sambil ‘shaking dance’, suara mesin yang berisik itu tiba-tiba mati dan kecepatan kapal kami melambat. Waaa…!!! Kapal kami mogok! Sambil mencoba sok tenang, pandangan saya menyapu ke sekitar, pulau terdekat masih jauh, kalau berenang lumayan juga. Saya melirik ke arah air, iyah warnanya emang biru, tapi biru tua!! Tandanya laut di bawah kami ini dalam!! Huaaaaa……………!!!! Walaupun saya tadi pengen banget loncat ke laut tapi kalau di tengah laut gini tetap aja pikir-pikir, bukan cuma dua kali, tapi 100 kali. Huhuhu…. “Oh God, jangan deh..”, doa saya dalam hati.

juru mudi berulang-ulang menghidupkan mesin, saya melihatnya dengan penuh harap.. Sekali belum hidup, dua kali, tiga kali juga sama… Detak jantung mulai terasa lebih cepat, kembali saya lihat ke sekeliling, berharap ada kapal yang bisa menolong. Tiba-tiba, “Bruumm….” Alhamdulillah…mesin  hidup kembali. Hufff…. nggak jadi berenang deh, saya bisa menghela nafas ketenangan.

Tak lama kemudian, pulau Tidore mulai mendekat dan suara mesin pun mati, tapi kali ini memang dimatikan. Kami mendekat ke dermaga, “Tidore, i’m coming!”.

***

to be continued.. jumatan dulu😀


4 Responses to “Aller à Tidore”


  1. 1 zul
    June 5, 2010 at 1:09 pm

    klo critanya abang nyebur! sprtinya critanya akn berbeda en pastinya jg lbih seru tuh!!

    hehe…:D

  2. 3 isme
    March 26, 2011 at 11:03 am

    Lebih seru kalo pulang nya bawa istri yang shplehah… xixixiiiii…..

  3. 4 okaaditya
    May 24, 2011 at 7:02 am

    Amiiiiiiiiiiinnnnnnn……….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: